BioInformatika (“bio” dan “informatika”)

Bioinformatika merupakan ilmu terapan yang lahir dari perkembangan teknologi informasi dibidang molekular. Pembahasan dibidang bioinformatik ini tidak terlepas dari perkembangan biologi molekular modern, salah satunya peningkatan pemahaman manusia dalam bidang genomic yang terdapat dalam molekul DNA.

Perkembangan teknologi DNA rekombinan memainkan peranan penting dalam lahirnya bioinformatika. Teknologi DNA rekombinan memunculkan suatu pengetahuan baru dalam rekayasa genetika organisme yang dikenala bioteknologi. Perkembangan bioteknologi dari bioteknologi tradisional ke bioteknologi modren salah satunya ditandainya dengan kemampuan manusia dalam melakukan analisis DNA organisme, sekuensing DNA dan manipulasi DNA.

beberapa contoh pangkalan data penting yang menyimpan sekuens primer protein adalah PIR (Protein Information Resource, Amerika Serikat), Swiss-Prot (Eropa), dan TrEMBL (Eropa). Ketiga pangkalan data tersebut telah digabungkan dalam UniProt, yang didanai terutama oleh Amerika Serikat. Entri dalam UniProt mengandung informasi tentang sekuens protein, nama organisme sumber protein, pustaka yang berkaitan, dan komentar yang pada umumnya berisi penjelasan mengenai fungsi protein tersebut.

Perangkat bioinformatika yang berkaitan erat dengan penggunaan pangkalan data sekuens Biologi ialah BLAST (Basic Local Alignment Search Tool). Penelusuran BLAST (BLAST search) pada pangkalan data sekuens memungkinkan ilmuwan untuk mencari sekuens baik asam nukleat maupun protein yang mirip dengan sekuens tertentu yang dimilikinya. Hal ini berguna misalnya untuk menemukan gen sejenis pada beberapa organisme atau untuk memeriksa keabsahan hasil sekuensing atau untuk memeriksa fungsi gen hasil sekuensing. Algoritma yang mendasari kerja BLAST adalah penyejajaran sekuens.

PDB (Protein Data Bank, Bank Data Protein) ialah pangkalan data tunggal yang menyimpan model struktur tiga dimensi protein dan asam nukleat hasil penentuan eksperimental (dengan kristalografi sinar-X, spektroskopi NMR, dan mikroskopi elektron). PDB menyimpan data struktur sebagai koordinat tiga dimensi yang menggambarkan posisi atom-atom dalam protein atau pun asam nukleat.

Sumber: http://bioinformatika-q.blogspot.com/



Hanphone dari Botol Bekas

Berdasarkan Pelajaran Ilmu Lingkungan di departemen Biologi tercinta,, Global warming sudah tak mungkin dihentikan. Qt hanya bisa memperlambatnya…

Seperti yang qt tahu, banyak cara untuk memperlambat global warming salah satunya dengan melakukan 3R(Reuse-Reduce-Recycle) dan taukan teman-teman…

Sebaiknya, Jangan buang bekas botol air mineral yang Anda minum karena barangkali kelak itu akan menjadi handphone yang Anda pakai. Motorola Inc, perusahaan teknologi informasi dari Amerika Serikat kemarin mengumumkan bahwa mereka telah membuat telepon seluler dengan bahan dasar botol-botol bekas.

Motorola mengklaim ponsel yang dilepas dengan kode seri W233 Renew ini adalah perangkat komunikasi pertama di dunia yang bebas unsur karbon. Casing telepon terbuat dari plastik daur ulang, ada pun pengolahan plastik dilakukan dengan meminimalisasi pembakaran karbon saat peleburannya. Tidak hanya itu, seluruh proses pembuatan dan distribusi juga dilakukan dengan menekan penggunaan energi sampai 20 persen dari proses biasa.

Dari sudut teknologi, ponsel ini sebetulnya tidak terlalu istimewa. Perlengkapan yang disediakan seperti laiknya ponsel yang sudah banyak beredar. Ada koneksi Wi-Fi, touchscreen, kemampuan video conferencing, dan jaringan GSM yang disempurnakan. Namun bagi mereka yang benar-benar prihatin pada lingkungan global, ponsel ini memberi alternatif baru. Harganya? Belum diumumkan, karena produk ini baru akan dipasarkan bulan depan. Saat ini, W233 masih dipamerkan di Consumer Electronic Shows yang akan dibuka pekan depan di Las Vegas.

Sumber: http://artikelglobalwarming.blogspot.com/



Mw tau??? The Cute Dolpin

" pink Dolphin berenang bersama induknya"

Seorang warga negara Meksiko berhasil mengabadikan ikan lumba-lumba langka yang berwarna pink di danau Calcasieu kota Gulf. Pria yang bernama Erik Rue ini menjelaskan bahwa ikan lumba-lumba tersebut adalah ikan lumba-lumba albino, mempunyai bola mata merah, dan sewaktu dia mengambil foto tersebut, ikan lumba lumba itu sedang berenang bersama ibunya disampingnya

Regina Asmutis-Silvia, ahli biologi senior Whale and Dolphin Conservation Society, menyebut lumba-lumba ini ‘benar-benar menawan’. “Aku tak pernah melihat seekor lumba-lumba berwarna seperti ini sepanjang karirku,” kata Regina Asmutis-Silvia.

“Manusia harus menghormati keberadaan hewan ini. Caranya adalah menyaksikan dari kejauhan, membatasi diri dalam mengamati hewan ini serta jangan memburu atau membuatnya terganggu,” tambahnya.

Sumber:

Daily mail kompas.com

Warna dunia.com